Showing posts with label Catatan Kecil. Show all posts
Showing posts with label Catatan Kecil. Show all posts

Thursday, February 2, 2012

Singkip pang ai..

Perencanaan Pengeluaran untuk 2 hari ke depan (terhitung mulain hari ini) Saldo dompet terakhir Rp 20.000 Hari pertama makan pagi Rp 4000 makan sore Rp 5000 beng-beng Rp 1500 Akua gelas Rp 2000 Hari kedua makan pagi Rp 4000 makan sore Rp 5000  beng-beng Rp 1500  Akua gelas Rp 2000.

arrgh..kurang asem..

selamat mengirit, MAN.

Wednesday, February 1, 2012

Bagaimana caranya bisa gemuk?


Saya sering lihat beberapa twit orang kurus di timeline ku. seringkali mereka mengeluh tentang hal di atas. apa yang menarik sih dari menjadi gemuk itu? mereka kadang bertanya, "Bagaimana caranya gemuk ya?", "Kenapa saya tidak gemuk-gemuk?"


Mungkin yang dimaksud orang-orang kurus itu, gemuk itu adalah lebih berisi ya? atau gemuk dalam artian sebenarnya ?

Saya jadi ingat kolom iklan dan loker di beberapa surat kabar lokal. Disitu biasanya setelah tab iklan pijat tradisional, biasanya ada iklan yang tulisan nya kurang lebih begini " dibutuhkan orang gemuk untuk dijadikan konsultan gizi,jakarta hub 0411-xxxx". Entah apa yang dimaksud iklan itu. 

Mungkin....dia ingin cari orang gemuk untuk diberikan terapi obat supaya jadi kurus, dan setelah itu dia diwajibkan menjadi konsultan produk (sales mungkin...hahaha) untuk diperkenalkan ke masyarakat sebagai sasaran konsumen selanjutnya. Ataukah dia cari orang gemuk untuk memberikan konsultasi gizi kepada orang-orang yang ingin badan nya "gemuk". 

Saya pasti lebih memilih yg kedua, kenapa? 
Gemuk itu anugerah tuhan, boy. tuhan memberikan hasrat lebih untuk mengkonsumsi makanan berlebihan, semangat yang menggebu-gebu untuk istirahat di kala sehabis makan, memberikan semangat mata dan mulut untuk tetap terjaga di malam hari guna keperluan mengemil dan menonton film. hal itu patut disukuri.kalo orang kurus itu paham, anugerah Tuhan yang saya maksud, mungkin dia akan memilih untuk tidak sekedar "gemuk". hahaha.

Sekedar saran saja nih, IMHO.  Kalo memang ada yang tertarik menjadi gemuk:

1. Ubah pola makan dan tingkatkan porsi makan
2. Perbanyak konsumsi cemilan dan minuman softdrink
3. Tidur yang "cukup" menurut mu
4. Berkendaralah setiap saat.
5. Kurangi tidur terlalu cepat.
6. Perbanyak minum air putih.
7. Setelah makan, usahakan minum teh. (katanya kandungan teh bisa mengikat karbohidrat)
8. Berikan jeda terdekat antara waktu makan dan waktu tidurmu
9. Kurangi berolahraga
10. Hindari mendekati alat pengukur berat badan, semakin dekat,semakin depresi lah anda dengan perubahan yang anda lakukan ini.

Efek samping nya :

1. Muntah-muntah dan pusing, biasanya ini pertama.saat tubuhmu kaget dengan pola hidup barumu.
2. Celana mulai tidak ada yang pas. biasanya bermasalah di pinggang dulu.
3. Cermin kecil mulai tidak cukup untuk menampilkan lekuk pipimu
4. GEMUK.



Thursday, February 18, 2010

Semester terberat seberat badanku

16 SKS semester genap dan 22 SKS semester ganjil.

Kalimat di atas tertulis jelas di "buku catatan kecil" ku ( lebih mirip SKU Pramuka mungkin).Buku catatan kecil itu sering saya jadikan sebagai pengingat hal-hal penting yang harus saya lakukan,lebih efektif saya rasa ketimbang reminder di HP Krom ku.

*Kembali ke tulisan tebal di atas* 
Setelah kutelaah,kusadur,dan kuseduh dengan sangat teliti saya beraanggapan bahwa kalimat di atas sangat tidak baik untuk dijadikan sebagai pengingat.Sangat tidak sedap,bila dijadikan bahan pikiran.Sangat tidak banget,untuk dijadikan gaya-gaya-an atau dipamerkan ke orang lain.

Kenapa tidak sedap?Kenapa tidak enak?jawaban nya karena catatan ini saya tulis saat masuk Semester 8 di universitas Hasanuddin Makassar.Di saat teman-teman sebayaku memulai pembicaraan di awal semester ini tentang "kapan ujian proposal,kapan ujian akhir,kapan selesai,kapan KKN",saya justru memulai percakapan ku dengan pertanyaan "berapa SKS ko semester ini? ; Ambil ko mata kuliah ini? ; Dimana ruangan nya Pengantar....??" Sungguh sebuah ironi. *hahahahaha*

Hasil usaha tergantung bagaimana kita memulainya.Benar adanya mungkin bila dikaitkan dengan kasus ku ini.Awalan ku pada saat baru masuk kuliah,mungkin bisa dibilang sangat buruk.Datang ke kampus,hanya untuk menghadiri kuliah.Bila terlambat bangun kuliah pagi,sms permintaan tolong untuk diabsenkan segera meluncur kesana-kemari.Terkadang malas,bila merasa dosen nya agak ga asik ngajarnya(boloslah solusinya..).Nilai-nilai yang keluar tiap akhir semester,kadang tidak terlalu ku hiraukan.B,C,A,E,atopun tunda tetaplah hal yang biasa.Hanya berlibur dan bersenang-senang lah yang kupikir tiap kali semester berakhir.

Semua itu alhasil berdampak buruk dengan ku.Beberapa mata kuliah yang kuanggap enteng ataupun malas aku pelajari pun harus ku ulang di semester ini dan semester depan demi tercapainya tujuan akhir di kampus,WISUDA.Selain itu hal yang paling buruk mungkin, saat kuketahui bahwa baru semester inilah saya tahu bagaimana cara membuat Transkrip Nilai.hahahahahaha..

Untuk semester berat ini, saya harus menjalani 16 sub pokok mata kuliah, dan semester depan,sejumlah 22.Masih  sangat banyak,bagi saya,seorang mahasiswa 2006 yang sewajarnya sudh harus checkout dari kampus ini.

Aku tidak lagi merasakan suasana kampus sekarang.Suasana seperti dinamika akademik dan hiruk pikuk kegiatan mahasiswa yang selalu muncul dihadapanku seperti dulu.Aku sekarang hanya memposisikan diriku seperti tahanan rumah pesakitan yang sedang menunggu sisa-sisa waktu pembebasan.Aku berusaha menjauh dari hal-hal yang tidak ada hubungan nya dengan tujuan akhir.Maaf  bila terkesan aku menyalahkan keadaan.Ini semua cuman usahaku untuk memotivasi diriku dalam menjalani dan menyelesaikan sisa-sisa hariku di kampus.

Ini sudah jadi pilihan ku,ini konsekuensi yang harus saya jalani dari waktu yang sudah kusia-siakan.Kampus tidak bersalah,mereka tidak bersalah,dia tidak bersalah,kalian tidak bersalah,saya lah yang bersalah.hahahaha..


*sebenarnya mau ka tulis ini dengan rapi dan teratur, sayang pada saat saya menulis ini, ada cewe manis berkulit putih memakai celana pendek hitam, lagi online juga disampingku,kau tau mi lah kalo ada barang-barang begituan mucul didepan mataku,bawaan nya nyeleneh dan g konsen melulu*

*saran buat calon mahasiswa,manajemen waktu mungkin senjata yang tepat untuk menghadapi kehidupan di kampus*


 

Saturday, February 13, 2010

Pesan mama untuk hari Jadiku

Handphone Krom-kroman (istilah barang2 mengkilap untuk orang di Balikpapan) tiba-tiba menggetarkan beberapa benda yang di sekitar kantong celana ku sesaat setelah lampu dipadamkan sepihak oleh PLN.Getarnya lumayan membuat beberapa benda bergerak dengan sendirinya hanya untuk menghindar darinya.

Sesegera mungkin kuambil Hp itu supaya tidak ada barang2 yang tersakiti gara-gara getaran nya.(barang ap mi tu?).Kulihat di situ,tertulis "Mama Calling". ".Mama nelp,ada lagi kiriman kapang di?"kataku dalam hati."Assalamualaikum,man.."mama membuka pembicaraan dengan salam khas nya."Lagi dimana,sudah sampai di rumah nenek Alang?"sambungnya."belum."singkatku.Sudah sholat magrib?"tanyanya seraya tidak mau kalah singkat.

Darah di kaki serasa ngebut naik di atas kepalaku."buset,jawab ap ka ini,belum pa sholat,sdh mau mi masuk isya,klo bohong dosa ka lagi sama dia"kataku dalam hati."belum,ma!"jawabku.Jawaban singkatku seolah menjadi kata pengantar untuk ceramah agama yang akan dilontarkan bertubi-tubi oleh mamaku.

Awalnya sedikit kutunjukkan sikap cuek ku ke dia,tapi pada saat dia singgung soal perjalanan kuliah ku yang amburadul dengan hubungan dengan Tuhan di Atas.Dia bilang,"kalau memang ko ragukan keberadaan Dia sebagai Tuhanmu,cobalah dulu untuk bersahabat dan berkenalan lagi dengan nya,Tuhan tidak sombong kok nak,katanya anak komunikasi,masa ngajak bicara dan kenalan aj ga bisa,apa ji??"dia berbicara seakan dia melihat semua apa yang aku lakukan selama ini.
*DoRRR* "Apa mi ini kujawab kodong???"bingungku."ya udah,sana sholat,setidaknya PDKT dlu sama Dia.assalamualikum,oiya salam sama nenek ya,jangan terlalu sering begadang,Assalamualaikum."tutupnya.

Suara singkatnya di telpon tadi mulai membuatku sadar akan eksistensi Tuhan yang selalu mama tanamkan ke otak ku ketika ku kecil dlu hingga kecil sekarang ini.

*berpikir sejenak dengan sebatang rokok yang telah siap untuk dibakar*

Mm..Yah...mungkin itulah jawaban dari kebingunganku.Sudah cukup masa menyombongkan diriku sebagai manusia.Aku memang terlalu angkuh untuk mengakui kalau ada sesuatu yang bertitle "paling maha" di dunia ini.Alasan demi alasan aku buat hanya untuk menghindari mu.Menghidari anjuranmu.Menghindari semua ibadah yang Kau suruh.Aku hanya berpikir,mungkin ini juga balasan dari Mu,dari sikapku selama ini.Kasarnya mungkin di dlm dunia persahabatan,"Engkau ngambek nih sama saya,ya kan??Ngaku??".Terus nda mau mi berteman dengan saya.Nda mau mi na bantu masalah-masalahku di sini.Engkau enak,punya kuasa dan kemampuan untuk mengatur semua hidup manusia ini.Lah saya,untuk ngatur hdpku saja,masih saja berantakan."Saya memang manusia biasa,Tuhan.Tappa ma' sama Engkau,ya Tuhan!Saya butuh engkau ya Allah,tanpa kau minta,aku rela bersujud padamu.hanya untuk bisa kembali kepadaMu"

Untuk itu,sesuai dengan anjuran mama,saya ingin coba kembali mengenal mu Tuhan.Mengenal mu lebih dekat.Bukan mengenal mu secara fisik,tapi mengenal arti keberadaan mu di hidupku ini.Aku ingin beribadah kembali kepada dirimu,supaya aku bisa mendapat semua bantuan-bantuan mu,karena aku sadar,kemana lagi saya minta bantuan selain kepada Mu.Sudah lelah nih,minta bantuan ke yang lain.

Sholat.Mungkin inilah salah satu jalan sekarang ini untuk kembali kepadaMu."Punna solat ki,najamin ki Karenna Allah taala,nakasih sannang ki nyawa ta.anjo saba' na,punna battu mi waktu sholat,sholat ngaseng ki,untuk kabajikan ta ji ngaseng njo"kata Lelaki tua bercelana panjang tapi tidak panjang dengan balutan kain putih di badannya sebelum dia menutup ceramahnya yang kedua hari Jumat kemarin.Ya,tampaknya itu hal yang menarik untuk dicoba.

Memang di kehidupan di kampus ku, berbicara mengenai sholat, sangat jarang diperbincangkan.Bermacam-macam ideologi dan keyakinan tersebar disana.Di kampus biasa nya sholat dianggap urusan individu masing-masing.Bahkan aku pernah beranggapan bahwa cukup mempercayaimu bahwa kamu ada saja,aku sudah menganggap kalau aku sudah beragama.Dan aku tidak membutuhkan perintah untuk sekedar sholat atau saran-saran untuk sesuatu yang kuyakini tersebut.Inilah agama yang aku maksud.

Tapi setelah ini,aku berpikir apa tujuanku beragama sebenarnya.Aku berpikir tentang apa yang kubutuhkan dari agama ini.Selama ini keyakinan yang aku percayai,tidak memberikan solusi apapun soal hidupku.Aku tidak bisa menyelesaikan ini dengan keyakinan ku saat itu.Aku dibuat kesepian dalam menghadapi masalah.Masalah yang tidak cukup bila hanya dibantu oleh manusia biasa.Saya butuh sesuatu yang hebat dan luar biasa yang bisa membantuku.dan daari sinilah,aku memutuskan untuk kembali kepadaNya.

Aku tidak mencap salah,orang-orang yang kemungkinan masih sama dengan pemikiran ku yg dulu tentang keyakinan ini.Aku juga hanya mempercayai apa yang aku anggap ini benar.Aku hanya butuh ketenangan hati dan perasaan ku menunjuk Dia sebagai obat nya.Dan karena keyakinan sebelumnya tidak memberikan ku hal tersebut.

Aku benar-benar mengidamkan ketenangan saat-saat ini.Ruangan kosong pun masih belum bisa memberikan ku hal tersebut.Berikan aku ketenanganMu,Tuhan.Berikan aku kekuatan untuk selalu dekat dengan mu.Terimalah sholatku ini sebagai tanda mulainya persahabatan kita lagi.

Untuk mu mama,aku bangga punya mama sepertimu.Pesan mu mudah-mudahan menjadi awal persahabatan ku dengan nya,dan akan kujadikan hari ini sebagai hari Jadi ku dengan Nya.

Friday, February 12, 2010

Titip salam buat ayah


Matamu Masih Tersimpan Selaksa Peristiwa
Benturan dan Hempasan Terpahat Di Keningmu
Kau Nampak Tua dan Lelah
Keringat Mengucur Deras
Namun Kau Tetap Tabah Hm

Meski Nafasmu Kadang Tersengal
Memikul Beban Yang Makin Sarat
Kau Tetap Bertahan
Engkau Telah Mengerti Hitam dan Merah Jalan Ini
Keriput Tulang Pipimu Gambaran Perjuangan

Bahumu Yang Dulu Kekar
Legam Terbakar Matahari
Kini Kurus dan Terbungkuk Hm
Namun Semangat Tak Pernah Pudar
Meski Langkahmu Kadang Gemetar
Kau Tetap Setia

Ayah

Dalam Hening Sepi KuRindu
Untuk Menuai Padi Milik Kita
Tapi KeRinduan Tinggal Hanya KeRinduan
Anakmu Sekarang Banyak Menanggung Beban
Engkau Telah Mengerti Hitam dan Merah Jalan Ini
Keriput Tulang Pipimu Gambaran Perjuangan

Bahumu Yang Dulu Kekar
Legam Terbakar Matahari
Kini Kurus dan Terbungkuk Hm..
Namun Semangat Tak Pernah Pudar
Meski Langkahmu Kadang Gemetar
Kau Tetap Setia

Senandung lagu ini tiba2 mampir di telingaku,sesaat ketika aku sedang "berfoya-foya" di salah satu Warkop di kota Pangkep.Risih juga mendengarnya,aku serasa ditampar oleh alunan lirik lelaki tua dan gendut yang cukup terkenal itu.

Selama ini memang aku tidak pernah sadar dan tidak pernah mau sadar kalau ada seseorang yang sedang bekerja keras hanya untuk mendengar kabar tentangku yang sedang merantau di tempat orang.Cuek dan seolah merasa bahwa itulah kewajiban beliau,memenuhi kebutuhanku disini.

Ya,dia ayahku.dimana aku serasa ditampar oleh keadaan ayahku disana.memang dia bukan lah petani seperti dalam lirik lagu ini.Dia biasa disebut "pahlawan tanpa tanda jasa" di setiap buku2 wajib Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah.  

Back to lirik >> Semua peluh dan kerja kerasnya yang secara tdk langsung tersirat di dlm nya,menyentakku,menyentak semua ke ego an ku sebagai anak yang tidak tahu terima kasih.

Aku ingin sekali melakukan "pengakuan dosa" di hadapanmu ayah.Dihadapan semua orang yang selalu beranggapan bahwa anakmu ini adalah anak yang hebat dan dapat membanggakan orang tua.Sayangnya,di agama kita,kita tdk mengenal yang namanya Pengakuan Dosa.Saya takut km marah,sy takut engkau berteriak dengan lantang,"itu tdk diajarkan di agama kita,masa mantan anak Pesantren ga tau itu?" aku takut Karena saya tahu,engkau adalah seorang yang taat di hadapan Nya.Aku takut karena semua yang kuperbuat disini,masih menjadi tanggungan mu di hadapan Allah.

Aku tidak mau semua yang telah kuperbuat berakhir seperti lirik terakhir lagu ini.
Untuk itu Aku minta maaf pak.Minta maaf atas semua perbuatan yang kulakukan disini.Aku ingin segera kembali kepadamu,kembali berbakti kepadamu.Tolong ampuni,anakmu ini.

Salam ku untuk mu,ayah(pak)...

Thursday, October 8, 2009

Berdoa bersama laptop

Hari ini saya sudah tidak ditemani laptopku untuk beronline ria.entahlah...mungkin cuman hari ini..atau malah untuk beberapa hari ke depan.laptopku seperti mati suri sekarang, tidak ada tanda2 kehidupan dia tunjukkan kepadaku,tidak seperti kemarin, walaupun dia sedang digeluti penyakit "KEPUTIHAN" dia masih sanggup tersenyum padaku dengan memamerkan gambar2 indah yang terpampang di dadanya (desktoP).

Entah ap lagi yang harus saya perbuat untukmu, ingin dibawa ke rumah sakit,aku tidak punya cukup duit.ingin menjualmu kepada orang yang sanggup merawatmu,saya malah merasa takut bingung jalanin hri ke dpn klo km g ada.

lagi2 aku minta maaf,kembali untuk kedua kalinya aku membiarkanmu tergeletak mati suri di sudut kamarku.aku tidak sanggup apa-apa lagi.walaupun kau mencoba menunjukkan kekusaman wajahmu kepadaku di setiap sudut kamar,tetap saja aku tidak bisa berbuat apa-apa.

aku hanya bisa bilang "untukmu,untukku,mari kita sama berdoa untuk sesuatu yang Terbaik kepada yang maha Terbaik"
Berdoa dimulai...

Tindakanku Sebatasku Memandang Dunia

Bila aku memandang diriku kecil, dunia akan tampak sempit, dan tindakanku pun jadi kerdil.
Namun, bilaku memandang diriku besar, dunia terlihat luas, aku pun melakukan hal-hal penting dan berharga.

Tindakanku adalah cermin bagaimanaku melihat dunia. Sementara dunia ku tak lebih luas dari pikiran ku tentang diri ku sendiri. Itulah mengapa aku diajarkan untuk berprsangka positif pada diri sendiri, agar aku bisa melihat dunia lebih indah, dan bertindak selaras dengan kebaikan-kebaikan yang ada dalam pikiranku. Padahal dunia tak butuh penilaian apa-apa dariku. Ia hanya memantulkan apa yang ingin aku lihat. Ia menggemakan apa yang ingin aku dengar. Bila aku takut menghadapi dunia, sesungguhnya aku takut menghadapi diriku sendiri.

Maka, bukan soal apakah aku berprasangka positif atau negatif terhadap diri sendiri. Melampaui di atas itu, aku seharusnya perlu jujur melihat diri sendiri apa adanya. Dan dunia pun menampakkan realitanya yang selama ini tersembunyi di balik penilaian-penilaianku.

Bukan tulisan

Pagi dimulai,kejenuhan mulai singgah di otak dan sendi-sendi gerak.tidak ada perbedaan antara hari-hari yang dijalani.hanya nama hari nya yang membedakan rutinitas hidup.senin untuk hidup,selasa untuk hidup,rabu untuk hidup dan seterusnya.solusi untuk keluar dari masalah ini belum juga keluar dari sarangnya.entah tertunda,atau malah bersembunyi dari masalah ini karena tidak pula yakin akan kemampuannya menyelesaikan masalah.

Hari Baru Sang Katak



            Dulu ada seekor katak yang dianggap oleh sebagian besar hewan adalah hewan terbodoh yang pernah hidup di dunia ini.Sang katak itu adalah seekor hewan yang selalu mempertahankan impian nya.dia mempunyai impian untuk terus menikmati cahaya bulan di tengah kegelapan malam.Segala cara dia lakukan untuk mempertahankan suasana malam yang diakui adalah miliknya sendiri.sudah banyak hewan yang memberi nasihat kepadanya akan ketidak abadian malam tersebut,tapi sang katak tetap bersikeras bahwa tidak pernah ada yang bisa menggantkan malam itu.

Walaupun pada kenyataannya,sang katak sudah pernah melihat sebuah realitas bahwa cahaya malam nya selalu tergantikan dengan serpihan cahaya menyengat dari ibu tata surya dunia ini.Matahari,dalam beberapa hari,benda itu adalah sebuah momok bagi sang katak.Sang katak bingung kenapa harus ada matahari,kenapa sang malam rela memberikan waktunya untuk matahari,Kenapa sang malam yang selalu menemani sang katak harus meninggalkannya hanya karena sebuah benda yang dikenal sebagia pusat tata surya?Begitu besarkah pengaruh matahari bagi mahluk di dunia??Apa yang didapat oleh mahluk di bumi oleh keberadaan sang matahari?Begituu tidak berdayakah sang malam,hingga keindahan dan keanggunannya bisa digantikan oleh sengatan panas sang matahari??Siapa yg bisa menjawab hal-hal ini??Kenapa mahluk lain tidak pernah memberikan alasan yg masuk di akal tentang ini??Siapa yang mengatur ini semua??

Begitu banyak pertanyaan yang berkumpul di pikiran sang katak,keegosian sang katak mulai muncul karena pertanyaan2 di atas belum bisa terjawab di pikirannya.sang katak berusaha menutup matanya ketika matahari datang menggantikan sang malam,mata sang katak tetap tertutup hingga terasa angin malam mulai datang dan menyelimutinya kembali.awalnya dia dapat menikmati suasana keegosiannya ini,tapi lambat laun dia mulai tidak sanggup untuk menutup matanya lama2,bosan,jenuh,dan cemoohan-cemoohan dari beberapa ekor hewan yang melintas.

Hingga malam tadi,sang katak mulai berpikir dengan sangat keras.dia penasaran ingin melihat kehebatan sang matahari.kehebatan yang bisa membuat malamnya meninggalkan nya bgitu saja.

Detik-detik jawaban yang ditunggu akhirnya tiba juga,sang katak membuka lebar-lebar matanya untung melihat sang tata surya,transisi malam ke pagi adalah momen-moment penting dalam hidup sang katak.sengatan sang matahari mulai menyilaukan pupil sang katak.ada rasa yang berbeda ketika serpihan cahaya matahri masuk di sela-sela mata sang katak.selain itu,ada rasa hangat ketika panasnya matahari mulai menyentuh sisik-sisik tubuh sang katak.

Apakah ini yang disebut matahari??Kenapa berbeda dengan apa yang sang katak selama ini pikirkan??

Senandung-senandung pujian mulai mengalir di hati sang katak,walau mulutnya masih belum mampu mengikuti irama senandung tersebut.beberapa pertanyaan memang belum bisa terjawab oleh moment penting ini.tapi sekarang sang katak sadar bahwa ada sesuatu yang lebih Kuasa yang telah mengatur hubungan antara sang matahari dengan sang Malam nya.Sang matahari tidak dapat dipisahkan oleh sang malam, mereka adalah sebuah gabungan kekuatan yang dimiliki oleh bumi untuk menunjukkan keeksistensian bumi di kancah pertarungan antar galaksi.sang katak sadar,dia belum cukup mampu untuk menggantikan sang matahari.Dan sang katak sadar,dia hanyalah se ekor hewan,dan seekor hewan hanya bisa berinteraksi dengan sesama hewan,bukan dengan sesuatu yang wujudnya masih belum dapat dicerna dengan baik oleh mata seekor hewan pun.

Hari ini,matahari bukanlah momok bagi sang katak lagi.dan sang malam tetap akan ada di penglihatannya walau senandung bodohnya sudah tidak layak untuk diberikan oleh sang malam.

Pages